tentang saya

tentang saya

Selasa, 04 Oktober 2011

profil tanah











LABORATORIUM FISIKA TANAH
JURUSAN ILMU TANAH
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2010

I. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pemahaman fungsi tanah sebagai media tumbuh dimulai sejak peradaban manusia yang beralih dari manusia pengumpul pangan yang berpindah-pindah menjadi manusia yang menetap pada suatu wilayah tertentu yang mengusahakan untuk memproduksi pangan di daerah tempat mereka menetap.  Pada tahap berikutnya mulai berkembang pemahaman bahwa tanah berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman tersebut,sehingga produksi yang dicapai tanaman tergantung pada kemampuan tanah dalam penyediaan nutrisi ini (kesuburan tanah).
Tanah mempunyai ciri-ciri yang sangat bervariasi pada suatu tempat, karena persamaan proses pembentukan tanah. Mempelajari seluruh tanah pada suatu tempat dapat dilakukan dengan mencari satuan yang lebih kecil yang dapat menjadi objek pengkajian ilmiah. Ciri-ciri morfologi profil tanah merupakan petunjuk dari proses-proses yang hanya dialami oleh suatu jenis tanah selama pelapukan dan perkembangannya. Perbedaan intensitas faktor-faktor pembentuk tanah yang dapat digunakan untuk menentukan suatu jenis tanah.
Berdasarkan uraian diatas, maka dipandang perlu diadakan pengamatan profil tanah. Sehingga kita dapat lebih memahami keadaan tanah pada suatu tempat yang dapat dijadikan sebagai lahan pertanian dan untuk mengetahui sifat kimia, sifat biologis dan sifat fisik tanah.


1.2  Tujuan dan Kegunaan
Tujuan pengamatan profil tanah ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat fisik tanah Inceptisol dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Sedangkan kegunaan pengamatan profil tanah ini adalah sebagai bahan dasar dalam menentukan sifat-sifat tanah dan teknik pengelolaan tanah dan jenis tanaman yang akan diusahakan berdasarkan kemampuan akar menembus lapisan tanah.


















II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Profil Tanah
Profil tanah merupakan irisan vertical tanah dari lapisan paling atas hingga ke bebatuan induk tanah (regolit),yang biasanya terdiri dari horizon-horizon O-A-E-B-C-R. empat lapisan teratas yang masih dipengaruhi cuaca disebut lapisan tanah atas (Anonim,2010).
            Secara vertical,tanah berdifferensiasi membentuk horizon-horizon yang berbeda-beda baik dalam morfologis seperti  ketebalan dan warnanya, maupun karakteristik fisik,kimiawi dan biologis masing-masingnya sebagai konsekuensi bekerjanya factor-faktor lingkungan terhadap: (1) bahan induk asalnya maupun (2) bahan-bahan eksternal, berupa bahan organic sisa-sisa biota yang hidup diatasnya dan mineral nonbahan induk yang berasal dari letusan gunung api maupun yang terbawa oleh aliran air.
                 Adapun syarat-syarat penampang tanah yaitu :
a.       Lubang penampang harus besar
b.      Penggalian sampai bahan induk dan dalam pemeriksaan,dipilih sisi lubangpenampang yang mendapat sinar matahari
c.       Tidak menumpuk tanah bekas galian di atas sisi penampang pemeriksaan


d.      Penampang pewakil adalah tanah yang belum mendapat gangguan,misalnya timbunan serta jauh dari pemukiman
e.       Jika berair,air yang berada di penampang harus dukeluarkan terlebih dahulu
f.       Melakukan pengamatan pada sinar matahari yang cukup.
Meskipun tanah terdiri dari beberapa horizon, namun bagi tanaman,yang sangat penting adalah lapisan atas yang biasanya mempunyai ketebalan di bawah 30 cm,bahkan bagi tanaman berakar dangkal seperti padi, palawija dan sayuran,yang paling berperan adalah kedalaman di bawah 20 cm. Oleh karena itu,istilah kesuburan tanah  biasanya mengacu pada ketersediaan hara pada lapisan setebal ini,yang biasanya disebut dengan lapisan olah(Hanafiah,2009a)
2.2 Tanah Inseptisol
Tanah inseptisol adalah tanah yang belum matang (immature) yang memiliki perkembangan profil lebih lemah dibandingkan dengan tanah matang dan masih banyak menyerupai sifat induknya. (Hardjowigeno,2003)
             Tanah inseptisol mempunyai karakteristik dari kombinasi sifat-sifat tersedianya air untuk tanaman lebih dari setengah tahun atau levih dari 3 bulan berturut-turut dalam musim kemarau. Inseptisol dapat terbentuk hamper di semua tempat kecuali daerah kering mulai dari kutub sampai tropika(Pairunan dkk ,1985)
Lapisan-lapisan pembentukan tanah ditentukan pada ketebalan solum tanah (medium bagi pertumbuhan tanaman) yang diukur ketebalannya mulai dari lapisan batu-batuan sampai kepermukaan tanah. Setelah diketahui solum tanah itu kemudian ditentukan pada ketebalan solum tanah itu kemudian ditentukan tebalnya lapisan atas tanah dan lapisan bawahnya satu sama lainnya akan menunjukkan perbedaan yang mencolok. Lapisan atas (top soil) merupakan tanah yang relative subur dibandingkan subsoil karena banyak mengandung bahan organic dan biasanya merupakan lapisan olah tanah bagi pertanian yang memungkinkan dapat terjadi keberhasilan usaha penanaman diatasnya(Hanafiah,2009b).
              Dalam faktor pembentukan tanah,dibedakan atas dua golongan yaitu faktor pembentuk tanah secara pasif dan faktor pembentuk tanah secara aktif.  Faktor pembentuk tanah secara pasif adalah bagian-bagian yang menjadi sumber massa dan keadaan yang mempengaruhi massa yang meliputi bahan induk,topografi dan waktuatau umur.  Sedangkan faktor pembentuk tanah secara aktif adalah factor yang menghasilkan energy yang bekeja pada massa tanah yaitu iklim dan makhluk hidup(Hanafiah,2009c)
Berdasarkan pembentukannya, bebatuan ini dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu:
1.      Batuan beku (igneous rock) yang merupakan bebatuan yang terbentuk dari proses solidifikasi (pembekuan) magma cair. Apabila proses pembentukannya terjadi jauh dibawah tanah, maka bebatuan yang terbentuk disebut plutonik (batuan dalam), disebut intrusi (batuan gang) jika pembekuannya terjaddi didalam liang-liang menuju permukaan tanah, dan disebut ekstrusi (batuan vulkanik atau lelehan) jika pembekuannya terjadi dipermukaan tanah.
2.      Batuan sediment (sedimentary rock) merupakan bebatuan yang terbentuk dari proses konsolidassi (pemadatan) endapan-endapan partikel yang terbawa oleh angina atau air dibawah permukaan bumi.
3.      Batuan peralihan (metamorf)) yang merupakan batuan beku atau batuan sediment yang telah mengalami transformasi (perubahan rupa) akibat adanya pengaruh perubahan suhu, tekanan, cairan atau gas aktif  (Hanafiah, 2007)
   Adapun pembentukan tanah dipengaruhi oleh lima factor yang bekerja samadalam berbagai proses,baik reaksi fisik (disintegrasi) maupun kimia (dekomposisi). Semula dianggap sebagai factor pembentuk tanah hanyalah bahan induk,iklim dan makhluk hidup. Setelah diketahui bahwa tanah berkembang terus menerus maka ditambah dengan waktu. Topografi atau relief yang mempengaruhi tata air dan erosi tanah juga merupakan factor pembentuk tanah (Hanafiah,2009d).
    Topografi (relief) adalah perbedaan tinggi atau bentuk wilayah suatu daerah, termasuk perbedaan kecuraman dan bentuk lereng.
Peran topografi dalam proses genesis dan perkembangan profil tanah adalah melalui empat cara, yaitu lewat pengaruhnya dalam menentukan:
1.      Jumlah air hujan yang dapat meresap atau disimpan oleh massa tanah
2.      Kedalaman air tanah
3.      Besarnya erosi yang dapat terjadi
4.      Arah pergerakan air yang membawa bahan-bahan terlarut dari tempat yang tinggi ketempat yang rendah (Hanafiah, 2007)
Kemiringan dan panjang lereng adalah dua unsur topografi yang paling penting pengaruhnya terhadap aliran permukaan dan erosi. Unsur lain yang mungkin berpengaruh adalah konfigurasi, keseragaman, dan arah lereng  (Hanafiah,2009e).
Warna tanah sering kita jumpai adalah warna kuning, merah, cokelat, putih, hitam serta warna-warna tanah antara warna tersebut. Menurut Khonke (1968) warna tanah itu tidak murni seperti halnya cokelat saja tetapi terdapat beberapa kumpulan bercak-bercak (Sutedjo, 1991).
Warna merupakan petunjuk untuk beberapa jenis tanah karena warna tanah dipengaruhi beberapa faktor seperti halnya kandungan bahan organik. Didaerah drainase yaang buruk yaitu daerah yang selalu tergenang air seluruh tanah berwarna abu-abu karena Fe dalam keadaan tereduksi sedangkan pada tanah yang tidak tergenang air maka Fe berada pada keadaan teroksidasi. Apabila tanah kadang-kadang basah dan kadang-kadang kering maka disamping warna abu-abu juga ada warna bercak-bercak karatan merah atau kuning yaitu tempat dimana udara dapat masuk. Adanya beberapa mineral dalam tanah membuat warna tanah lebih terang(Hardjowigeno,1991)
Warna gelap tanah umumnya disebabkan oleh kandungan bahan organik yang tinggi dari bahan organik  yang terdekomposisi. Jadi dengan cara praktis dapat dilihat (Hakim, 1986).


III. KEADAAN UMUM  LOKASI
3.1. Letak Geografis dan Sistematis
Pelaksanaan praktikun pengamatan profil tanah di laksanakan di Dusun Pangkajene, Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar yang terletak pada 050 22’ 41,2’’ LS dan 1190 33’ 44BT.
Batas-batas daerah tempat praktikum untuk profil 1 :
o   Sebelah utara   : Desa Barugaya
o   Sebelah timur   : Desa Je’rabaka
o   Sebelah selatan : Desa Malolo
o   Sebelah barat     : Desa Timbuseng
3.2 Tipe Iklim
Tipe iklim kabupaten Takalar yaitu tipe  C-3 (Oldeman), serta bulan basah dan kering masing-masing 5 - 6 bulan.Oleh karena itu , iklim merupakan factor yang amat penting dalam proses pembentukan tanah. Suhu serta curah hujan sangat berpengaruh terhadap intensitas reaksi fisik di dalam tanah. Daerah ini termasuk iklim C sesuai pembagian iklim Schmit Fergussen. Keadaan dilokasi ini  adalah C2-C3 dengan curah hujan rata-rata berkisar antara 800-2500 mm.




3.3 Topografi
Pada lokasi pengamatan profil tanah adalah lokasi yang mempunyai topografi atau bentuk wilayah datar serta topografi merupakan perbedaan tinggi atau bentuk wilayah suatu daerah yang dimana didalamnya termasuk perbedaan kecuraman dan bentuk lereng . Keadaan topografi di tempat pengambilan profil tanah adalah curam dengan persen kelerengannya adalah 8% - 15%.
3.4    Vegetasi
Vegetasi pada tempat pengambilan sampel tanah di profil dalam adalah subur  dengan tanaman utama berupa tanaman tebu, serta tanaman lain berupa kapuk. Sedangkan pada tempat pengambilan sampel tanah pada profil dangkal adalah vegetasinya sangat subur, dengan tanaman utama berupa tebu serta tanaman lainnya.











IV. METODOLOGI
4.1 Tempat dan Waktu Pengamatan
Pelaksanaan praktikun pengamatan profil tanah di laksanakan di Dusun Pangkajene Kecamatan Polongbangkeng Kabupaten Takalar pada 26 September 2010 pukul 13.00WITA sampai selesai.
4.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah cangkul, linggis, penggaris, cutter/pisau, meteran, ring sampel, papan, Isian Profil (DIP), kompas, dan GPS (Global Position System).
Bahan yang digunakan adalah kantong plastik gula, contoh tanah dari daerah pengamatan, karet gelang dan kertas label.
4.3    Prosedur Kerja
Adapun prosedur percobaan Profil Tanah adalah sebagai berikut :
4.3.1 Pembuatan profil
1.      Lubang penampang harus besar
2.      Penggalian sampai bahan induk dan dalam pemeriksaan,dipilih sisi lubangpenampang yang mendapat sinar matahari
3.      Tidak menumpuk tanah bekas galian di atas sisi penampang pemeriksaan

4.      Penampang pewakil adalah tanah yang belum mendapat gangguan,misalnya timbunan serta jauh dari pemukiman
5.      Jika berair,air yang berada di penampang harus dikeluarkan terlebih dahulu
6.      Melakukan pengamatan pada sinar matahari yang cukup.
4.3.2 Cara Pengambilan Sampel Tanah Utuh
1.      Meratakan dan membersihkan lapisan yang akan diambil, kemudian meletakan ring sampel tegak lurus (bagian runcing menghadap ke bawah) pada lapisan tanah tersebut.
2.      Menekan ring sampel sampai ¾ bagiannya masuk ke dalam tanah.
3.      Meletakkan ring sampel lain tepat di atas ring sampel pertama, kemudian tekan lagi sampai bagian bawah dari ring sampel kedua masuk ke dlam tanah (10 cm).
4.      Menggali ring sampel beserta tanah di dalamnya dengan skop atau linggis.
5.      Memisahkan ring sampel II dari ring sampel I dengan hati–hati, kemudian potonglah kelebihan tanah yang ada pada permukaan dan bawa ring sampel ke permukaan rata dengan permukaan ring sampel.
6.      Menutuplah ring sampel dengan plastik, lalu simpan dalam kotak khusus yang sudah disediakan.



4.3.3 Cara Pengambilan Sampel Tanah Terganggu
1.      Ambil tanah dengan sendok tanah atau pisau sesuai dengan lapisan yang akan diambil, mulailah dengan lapisan paling bawah.
2.    Memasukkan dalam kantong plastk yang telah di beri label.






















V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1  Hasil
            Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh di lapangan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel Hasil Pengamatan Profil Tanah di wilayah Takalar
Lapisan
I
II
III
IV
Kedalaman lapisan (cm)
23
39
25
48
Batasan lapisan
Nyata
Baur
Baur
Baur
Topografi batas lapisan
Berombak
Tidak teratur
Tidak teratur
Tidak teratur
Warna (munsell)
Black           (2/1, 10 YR)
Dark yellowish brown   (3/4,10 YR)
Dark olive gray          (3/2, 5 Y)
Olive (4/3,5Y)
Tekstur
Pasir
Lempung pasir
Lempung berliat
Liat
Struktur
Kasar
Sedang
Halus
Kasar
Konsistensi
Lepas
lepas
Gembur
Tegak
Karatan
Fe
Fe
Tidak ada
Tidak ada



5.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan maka pada  data  diperoleh kedalaman lapisan yang berbeda-beda.Pada lapisan 1 kedalamnnya 23 cm dengan batasan lapisan nyata dengan topografi batas lapisan berombak serta konsistensi tanah lepas. Pada warna (munsell) black, karena tanah pada lapisan ini banyak mengandung bahan organik yang berasal dari pelapukan tumbuhan yang ada dipermukaan tanah. Hal ini sesuai dengan pendapat Hanafiah(2009) yang menyatakan bahwa tanah yang banyak mengandung bahan organik merupakan tanah yang relative subur yang biasanya merupakan lapisan olah tanah bagi pertanian yang memungkinkan dapat tejadi keberhasilan usaha penanaman diatsnya.    pada profil 1 untuk lapisan pertama adalah 0-36 cm dan lapisan kedua 37-74 cm. Terjadinya perbedaan lapisan ini disebabkan karena beberapa faktor seperti pencucian tanah. Hal ini sesuai dengan pendapat Pairunan (1985) yang menyatakan bahwa “tiap profil sangat bervariatif kedalamannya.Hal ini bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti waktu, lokasi dan faktor pembentuknya.”
Berdasarkan hasil pengamatan yang menunjukkan batas lapisan tanah, pada lapisan I dan lapisan II adalah baur. Hal ini dapat ditentukan dengan melihat warnanya hingga dapat dibedakan lapisan-lapisannya dan dilihat batas lapisannya. Hal ini sesuai pendapat Pairunan (1985), bahwa lapisan yang paling atas batasannya terlihat tegas. Hal ini disebabkan karena proses pelapukan sisa-sisa mikroorganisme yang mati dan berakumulasi di lapisan ini.
Topografi batasan lapisan pada lapisan I dan lapisan II adalah berombak. Ini terjadi karena kandungan tanahnya tidak sama.
Tekstur pada lapisan I merupakan lempung berliat karena memiliki rasa yang dominan liat yaitu terasa halus,lengket dan dapat digulungsedangkan lapisan II merupakan liat berpasir karena pada saat dipegang terasa kasar, lici dan tidak dapat membentuk gulungan atau lempengan kontinu. Hal ini sesuai dengan pendapat Hanafiah (2009) yang menyatakan bahwa tanah bertekstur lempung berliat akan mempunyai partikel-partikel yang terasa agak halus, lengket dan bisa membentuk gulungan.
Dari hasil pengamatan struktur tanah pada lapisan I berstruktur sedang yang terbukti pada saat diletakkan ditelapak tangan tidak terlihat ukuran tanah yang dominan dan lapisan II struktur tanahnya halus. Hal ini sesuai dengan pendapat pendapat Hanafiah (2009) bahwa struktur tanah dapat diketahui dari kenampakan bentuk susunan prtikel-partikel tanah.
Berdasarkan hasil pengamatan,konsistensi tanah  lapisan I yaitu agak lekat dan lapisan II yaitu lekat. Konsistensi ini masuk dalam tipe konsistensi basah.
 Pada lapisan I mengandung Fe sedangkan untuk lapisan II mengandung MnKandungan karatan akan mempengaruhi warna tanah. Apabila tanah mengandung Fe atau Mn akan berwarna abu-abu. Hal ini terjadi karena adanya  proses oksidasi yang dapat terjadi karena adanya kandungan Mn dan Fe akan berpengaruh pada warna lapisan tersebut.



VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1  Kesimpulan
Ø  Berdasarkan hasil pengamatan, maka dapat disimpulkan bahwa pada profil ini lapisan pertama kedalamannya 0-36 cm terdapat karatan Fe,batas lapisan baur, topografi berombak, marnanya reddish brown, lempung berliat, struktur sedang, dan konsistensinya agak lekat sedangkan lapisan kedua kedalamannya 37-74 cm dengan terdapat karatan Mn, batas lapisan baur, warna brown, tekstur liat berpasir, strukturnya halus dan konsistensinya lekat.
Ø  Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan tanah yaitu iklim (khusus suhu dan curah hujan), pengaruh curah hujan, pengaruh temperatur, jasad hidup, bahan induk, topografi daerah, dan waktu yang diperlukan bahan induk untuk membentuk tanah.
6.2  Saran
Sebaiknya lahan tersebut dapat digunakan atau dimanfaatkan kembali sebagai tempat untuk menanam berbagai jenis tanaman yang dapat memberikan keuntungan.




DAFTAR PUSTAKA
Anonim 1, 2010. Faktor-faktor Pembentuk Tanah. www.edu.net. Akses tanggal 30 September 2010.

Anonim , 2009. Profil Tanah. www.edu.net. Akses tanggal 30 September 2010.

Hanafiah., K., A. 2007. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Rajawali Persada: Jakarta.
Hanafiah., K., A. 2009. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Rajawali Persada: Jakarta.

Hakim, N., M. Y. Nyakpa, A. M. Lubis, S. G. Nugroho, M. R. Saul, M. A Daha, G. B. Hong,  H. H. Bailey. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung; Lampung.

Hardjowigeno. S. 1991. Ilmu Tanah. Gajah Mada University Press;Yogyakarta.
Pairunan, A.K., J. L., Nanere, Arifin, S. R., Samosin, R., Tangkaisari, J. R. Lalopua, B., Ibrahim, Asmadi. 1985. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Indonesia Bagian Timur:Makassar.
Sutedjo.1991. Dasar - Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung.Lampung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar